Bandar Togel Terang-Terangan Praktek di Blora

Bandar Togel Terang-Terangan Praktek di Blora

Bandar Togel Terang-Terangan Praktek di Blora
Bandar Togel Terang-Terangan Praktek di Blora

Akhir pekan lalu, kami berhasil bertemu dan mewawancara salah satu tokoh masyarakat di salah satu kabupaten provinsi Jawa Tengah, yaitu Blora. Adapun tokoh ini juga menjabat sebagai waketum (wakil ketua umum) ormas pemuda Pemuda Pancasila atau PP, Tejo Prabowo.

Pada kesempatan berdialog tersebut, pria berkumis tebal yang sehari-harinya disapa Jojok itu akhirnya menceritakan sisi gelap kabupaten Blora yang sudah lama berlangsung. Yaitu, bisnis haram judi togel. Adapun bisnis haram ini bukanlah bisnis yang bisa diremehkan. Selain berwujud sindikat, dalam semalam saja, bandar togel besar di Blora bisa meraih omset sampai Rp 400jt. Jadi totalnya dalam sebulan bisa mencapai omset lebih dari Rp 5 milyar.

“Bisnis judi togel itu bisnis gede disini, pak. Tidak main-main itu. Kerjaan mafia judi Blora. Soalnya Omset per malam nya saja bisa mencapai 400 juta”, ungkap Tejo.

Lebih dari itu, Tejo pun sama sekali tidak terlihat takut untuk membeberkan bisnis gelap yang dilakukan oleh sindikat bandar judi togel di wilayahnya. Tanpa tedeng aling-aling, Tejo berkata ada 2 bandar togel yang berkuasa di kawasan Blora. Tejo mengatakan mereka masing-masing punya kode sebutan, bandar togel yang 1 disebut dengan 33 dan satunya lagi disebut HRT. Jadi 2 bandar togel besar itu lah yang mendominasi para bandar togel kecil di Blora.

“Ada 2 bandar togel besar di Blora yang jelas-jelas berkompetisi. Satunya disebut dengan kode 33 dan yang satunya lagi itu disebut dengan kode HRT. Kedua bandar togel sama-sama punya jaringan yang kuat di Blora. Namun dari segi kuat, bandar togel 33 memang lebih kuat. Per malam nya omset 33 bisa mencapai minimal 150 dan maksimal 200jt. Kalau HRT mendapat omset yang masih kalah jauh dari bandar togel 33. Yaitu, rata-rata 100jt untuk per malam nya”, kisah Tejo lagi yang menceritakan tentang perjudian togel di Blora secara rinci.

“Dari informasi yang saya dapatkan tentang kedua bandar togel itu, bandar 33 asalnya dari luar Blora. Kalau tidak salah dia orang Semarang, tapi kalau bandar HRT itu asli orang Blora. Mereka berdua sama-sama bandar togel besar yang berkuasa disini. Semua bandar togel kecil yang bersebaran di Blora kalau tidak anggotanya 33, ya anggota dari HRT”, imbuhnya lagi.

“Lagipula disini sih sudah parah, pak. Praktek judi togel sudah terang-terangan. Warga juga udah ga segan satu sama lain. Makanya bandarnya juga ga takut, karena merasa didukung masyarakat setempat”, lanjutnya.

“Kalau tidak percaya, coba saja bapak pergi ke warung kopi atau warung nasi, semuanya juga ga jauh-jauh dari judi togel ngobrolnya. Kalau ga ramalan angka, ya angka togel yang baru di rilis bandar togel”.

“Saya sempat menghimbau sih kepada warga, karena merasa punya tanggungjawab untuk memberikan masukan yang baik kepada warga soal judi togel, cuma merekanya saja yang sudah tidak bisa dikasih tahu lagi. Ga ada takutnya sama sekali”.

“Belakangan banyak wartawan seperti bapak yang meliput praktek judi togel yang terang-terangan berlangsung di Blora. Sejak saat itu, sebagian bandar togel mulai pada ngumpet-ngumpet. Kalau dulu, di depan, di samping rumah, mereka juga berani buka lapak”, ujar Jojok sekaligus menutup dialog.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *